Bansos Oh Bansos…!!! Orang Kaya Dapat Bantuan, Orang Miskin Disingkirkan, Dimana Hatimu Peratin..???

Lidikkrimsus | Pesisir Barat | Keprihatinan mendalam terkait masih banyaknya keluhan masyarakat mengenai ketidak merataan dan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah pekon Suka Marga Kec. Bengkunat Kab. Pesisir Barat Provinsi Lampung.
Berbagai jenis bantuan dari Pemerintah daerah maupun pusat disalurkan kepada masyarakat, namun banyak yang tidak tepat sasaran. Ditengarai penyebabnya, data penerima bantuan tidak pernah diperbaharui atau diduga masih berkutat pada orang-orang dekat saja.
Berbagai bentuk bantuan yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan masyarakat justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak warga mengaku tidak menerima bantuan, sementara ada penerima yang dinilai tidak memenuhi kriteria prioritas.
Lanjutnya, Kami menerima banyak laporan dari masyarakat di desa-desa terutama di pekon Suka Marga. Ada keluarga yang benar-benar membutuhkan tetapi tidak tersentuh bantuan, sementara mereka yang relatif mampu justru mendapatkan. Situasi ini membuat masyarakat menjerit,” ujarnya.
Menyebut bahwa persoalan tersebut muncul akibat lemahnya pendataan, minimnya pengawasan, serta kurang transparannya proses distribusi. Untuk itu, meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran bantuan di seluruh kecamatan se- Pakpak Bharat.
Kisah Pilu “Mat” Ke Redaksi…..!!!
“Mat” adalah seorang masyarakat pekon Suka Marga Kec. Bengkunat yang sehari hidupnya petani, beliau hidup bersama istri dan kedua cucunya yang masih kecil-kecil.
Dalam kesehariannya bekerja sebagai tani, terkadang serabutan untuk menghidupkan istri dan kedua cucunya.
Diceritakan “Mat” sudah sering kali ke rumah saya, di data dan diambil fotonya KTP dan KK oleh pihak pegawai pekon, “katanya untuk pengajuan bantuan, tapi semua itu hanya iming-iming saja, nyatanya bantuan dari pemerintah tak pernah dapat bantuan. Apa lagi bantun sembako BPNT maupun BLT dari Dana Desa (DD), apa lagi PKH” kesahnya.
Salah satu contoh didepan mata dan terlihat jelas, dia orang kaya dan seorang bos batu dan memiliki beberapa dump truk, ada lagi persis depan rumah saya, dia orang kaya dan bos benur memiliki 3 mobil memah “ko bisa ya mendapatkan bantuan,” piluh Mat hati yang terluka.
Pertanyaan kepada pemerintahan pekon khususnya kepada Peratin, apakah bos-bos besar seperti “Bos Batu” dan “Bos Benur” adanya dugaan memberikan upeti hingga mendapatkan bantuan.
Padahal kami semua masyarakat pekon Suka Marga, kenapa dibeda-bedakan ini namanya dzolim terhadap orang miskin.
Waktu adanya pemilihan kepala peratin di pekon Suka Marga, saya dan istri pendukung peratin sekarang, hak pilih saya terhadap peratin bisa mengantar beliau menjadi orang nomor 1 dipekon, ini balasannya yang kami terima.
Saya sudah berulang kali menghadap kepala peratin Mat Zainan Hariri ke balai pekon, alhamdulilah jawabnya peratin suruh bersabar nanti diajukan, alhamdulilah juga detik ini pun tak kunjung dapat.
Yang lebih menyakitkan lagi ada seorang aparatur pekon Suka Marga tiba-tiba mengeluarkan kata-kata, “Kalau belum puas jawabanya, langsung tanyakan sama Prabowo presiden kita,” apakah ini pantas jawaban yang dilontarkan kepada saya.
Lain waktu, Peratin Suka Marga Mat Zainan Hariri ketika di konfirmasi oleh media terkait salah satu warganya yang belum mendapatkan bantuan.
Beliau mengatakan perihal masalah bahwa bantuan apapun, peratin mengungkap pekon itu hanya menyalurkan saja.
Jadi kami semua yang di pemerintahan hanya menyalurkan, data yang kami terima itu semua dari pusat.
Bukan kami ini yang ada di pemerintahan menentukan siapa warga yang dapat? Disini hanya menerima data.
Pemerintahan pekon Suka Marga dan khusus pribadi masyarakatnya dapat bantuan semua akan tetapi apa daya, semua yang ngatur pemerintahan Pusat.
Saya selaku peratin Suka Marga kepada masyarakat mohon bersabar dan tetap diperhatikan. Bagi warga yang belum tersentuh bantuan. Ujar peratin kepada media Wartakotanews.id.(Red)



