Guncangan M4,3 Kejutkan Melonguane Sulut, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

Daerah, LKI – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (17/11/2025). Kali ini, guncangan tercatat terjadi di wilayah timur laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resminya di platform X.
Menurut BMKG, gempa tercatat terjadi pada pukul 10.51.39 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,3.
Meski tidak terlalu besar, gempa tetap menjadi perhatian lantaran lokasi sumber guncangannya berada berada cukup dekat dengan zona aktif di wilayah perairan sekitar Kepulauan Talaud.
Dalam laporan awal, BMKG menjelaskan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 7.07 Lintang Utara dan 126.84 Bujur Timur.
Titik ini berada sekitar 341 kilometer di timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.
Pusat gempa juga teridentifikasi berada di kedalaman 10 kilometer, yang dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Gempa dangkal seperti ini umumnya berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa di permukaan, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun dampak signifikan dari masyarakat di wilayah terdampak.
Aktivitas warga disebut masih berlangsung normal, dan tidak ada tanda-tanda gangguan jaringan listrik atau komunikasi.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat lokasi sumber gempa berada jauh di laut dan magnitudonya relatif kecil.
Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan informasi resmi terkait aktivitas kegempaan.
Dalam keterangannya di platform X, BMKG menambahkan catatan bahwa informasi awal seperti ini dapat mengalami perubahan.
Hal ini karena sistem pendeteksian gempa mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan informasi kepada publik, sementara proses pemutakhiran data masih terus berjalan seiring dengan bertambahnya hasil analisis dari sensor gempa lainnya.
“#Gempa Mag:4.3, 17-Nov-2025 10:51:39 WIB, Lok:7.07LU, 126.84BT (341 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam unggahan resminya.
Kepala Stasiun Geofisika Manado juga menjelaskan bahwa kawasan Kepulauan Talaud memang berada di salah satu zona seismik paling aktif di Indonesia.
Pertemuan lempeng Eurasia dan Pasifik menyebabkan kawasan ini sering mengalami gempa berkekuatan ringan hingga sedang.
Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan memahami langkah mitigasi dasar, seperti menghindari bangunan tua, memastikan ruang evakuasi aman, dan memahami peringatan dini dari BMKG.
Hingga kini, BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan. Jika ada peningkatan aktivitas, informasi akan segera diperbarui melalui saluran resmi. ***